Image Background
header
BERLANJUT WIKA PEMANAS AIR DAPAT PENGHARGAAN TOP BRAND 2011 – 2013
Bicara pemanas air, nama wika mungkin sudah familier baik di telinga konsumen maupun para kompetitior. Terang saja, brand yang berada di bawah naungan BUMN PT Wijaya Karya,Tbk (Persero) ini sudah mengokohkan diri sebagai market leader di industry pemanas air tenaga surya (SWH) dan pemanas air energi listrik (EWH). Data internal tahun 2012 menyebut angka penjualan produk wika untuk kategori SWH dan EWH ini masing-masing 5.409 unit dan 798 unit. Sementara market share kedua produk tersebut masing-masing 37,3% dan 28,5%. Keberhasilan tersebut berbarengan dengan data Top Brand 2013 yang menunjukkan indeks merek ini cemerlang diangka 22,4%.
Penguasaan pasar yang dominan tersebut merupakan buah kerja keras sejak pertama kali WIKA memperkenalkan kategori pemanas air tahun 1998 silam. Salah satu kunci kesuksesannya adalah selalu berkreasi dalam menciptakan inovasi baru. Inovasi tersebut bisa berupa produk baru maupun memberikan nilai tambah pada produk lama. Selain itu, wika juga tersohor sebagai brand pemanas air yang memiliki deretan produk lengkap sesuai dengan target market. Secara segmentasi, produk-produk Wika Intrade Energi menyasar rumah tangga, usaha kecil, serta komersil (hotel, rumah sakit, dan industri).Sebanyak lima jenis pemanas air Wika telah beredar di pasaran untuk memenuhi kebutuhan segmen ritel maupun perorangan. Mulai dari pemanas air energi tenaga surya (SWH), pemanas air energi panas buang AC (AWH), pemanas air energi listrik sistem refrigerant (HPWH), pemanas air energi listrik (EWH), sampai pemanas air kolam renang energi matahari (RPHWH).
Keseluruhan produk tersebut didesain dengan penekanan pada konsep comparative advantage, energy efficient, adaptation, quality and durability, serta low maintenance. Selain itu, inovasi produk di Wika didasarkan hasil R&D yang kuat dari konsumen. Misalnya tren produk-produk water heater hemat energi dan ramah lingkungan (go green) yang sekarang sedang marak digandrungi.“Pada dasarnya Wika berorientasi pada pasar ekspor agar produk yang dihasilkan tetap bisa kompetitif dipasar. Oleh sebab itu kinerja merek kami didukung konsep dan desain produk yang tepat serta kualitas produk memenuhi ekspektasi konsumen” ujar Direktur Operasional PT Wijaya Karya Intrade Energi Andi Nugraha.Pria kelahiran Cianjur, 21 Agustus 1964 ini pun mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari peran edukasi akan berbagai manfaat dan product knowledge kepada distributor maupun konsumen. Edukasi efektif tersebut ditempuh melalui penguatan sales tools pada outlet-outlet penjualan (toko sanitary dan bahan bangunan), mengadakan forum seminar teknis dan symposium yang audiensnya para decision maker (owner & developer, kontraktor), serta aktif berpameran dan mensponsori kegiatan komunitas penghuni real estat.“Program edukasi dan promosi bermanfaat supaya bisa menjangkau target segmen SES A dan A+ sebagai pengguna water heater”, tuturnya.Di sisi lain, General Manager PT Wiaya Karya Intrade Energi Satrio Adji menambahkan, Wika didukung oleh cangkupan distribusi yang hamper merata di seluruh Indonesia. Tidak hanya terpusat di kota-kota besar, pengembangannya dilakukan sampai ke kota tingkat II. Hingga kini perusahaan yang memiliki pabrik sendiri di Cibinong ini sudah menjangkau 31 wilayah di Tanah Air dengan 43 distributor nasional.“Kami sanggup memproduksi pemanas air Wika untuk skala industry. Memberikan akses yang mudah dan pelayanan prima kepada pelanggan melalui jaringan penjualan yang luas. Perlu dipahami, water heater masih merupakan kebutuhan tersier, Jadi, bila berbicara tuntutan kebutuhannya, maka akses pemasaran masih tersebar di kota-kota besar utama”, terang Satrio.Meski sukses mengukir prestasi untuk pasar water heater di Tanah Air, Wika enggan berpuas hati. Target lebih menantang telah dirancangkan Andi, yakni menembus pasar Internasional.“Tekadnya adalah bisa menjadi tuan rumah dinegara sendiri dan bisa eksis dipasar ekspor kelak, terutama regional Asia dan Afrika. Oleh sebab itu kami melakukan backward integration guna mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kapabilitas industrinya”, jelas dia.
sumber : majalah Marketing
~client_time~
01
2
1a
Visitor: 3103439
animasi
HOTLINE 24 HOURSRam Rachman0812 125 1000Umar Prihadi(Wika Retail & Project, Royal)0812 860 93 507Prasty (Wika)0818 0202 28870815 2222 887Fitri (Wika)0821 3000 7717Ayu(Wika Service & Trouble)08 5775 1454 08Djarkasih (Wavin)0815 8608 3393Irfan (Wika)0856 9125 2261Desy(Kitchen Set & Tangga)0818 0759 0216
25 CD DD 00
22 44 FC F7
Jasa Pembuatan Website By IKT